Wednesday, 12 September 2018

Pitêmbung Pênting - Kosakata Penting

Pada postingan ini saya akan mendaftar kosakata penting apa saja yang digunakan dalam bahasa Jawa. Untuk bentuk têngahan, alus, dsb. dapat dibuka di kamus yang saya bahas dipostingan sebelumnya. Berikut adalah daftar kosakatanya.

Murang tata = tidak beradab
Rai gêdheg = muka tembok (konotasi)
Tata = aturan, adab
Adat = aturan adat, kebiasaan
Batur tukon = budak
Pabaturtukon = perbudakan


Update terakhir: 13 September 2018


Monday, 10 September 2018

Mañcabrawit

Kosakata adopsi

Mañcabrawit ialah kosakata asing yang telah diserap ke dalam bahasa Jawa oleh karena 'sulit' untuk mendapatkan padanan kata yang diperlukan. Jumlah yang cukup banyak ialah berasal dari bahasa Inggris melalui bahasa Indonesia maupun secara langsung walaupun juga banyak dari bahasa lainnya.

Berikut ini adalah daftar mañcabrawit yang digunakan sehari-hari dalam bahasa Jawa.

1. Telefisi (tifi/tipi) = televisi
2. Radhiyo = radio
3. Kompyuthêr = komputer
4. Kalkulator = kalkulator
5. Internet = internet
6. Intranet = intranet
7. Telêpun = telepon
8. Henpun = telepon genggam (hp)
9. Smatpun = telepon pintar
10. Andhroidh = Android (program)
11. Windhows = windows (program)
12. Offīs = office (program)
13. Lasêr = laser
14. Sêpur = kereta api
15. Ril = rel
16. Pit = sepeda
17. Pit Motor = sepeda motor

Update terakhir: 10 September 2018

Sunday, 9 September 2018

Nawabrawit (Neologi)

Nawabrawit atau istilah lainnya adalah neologi (neologisme) secara khusus ialah kosakata baru yany dibuat guna memenuhi kebutuhan ide-ide dan konsep pemikiran baru yang ada dan sesuai dengan perkembangan jaman di mana konsep-konsep tersebut belum pernah ada dalam lingkaran kebahasaan Jawa.

Nawabrawit di sini utamanya ialah yang dibuat dari Sangskrêtabasa atau bahasa Sansekerta. Sementara yany dibuat dari kosakata Jawa asli, biasanya dianggap alami dalam artian tidak memerlukan pemahaman secara khusus dan seakan-akan sudah lama ada dalam bahasa Jawa sehari-hari.

Nawabrawit ini sangat berguna baik untuk umum maupun untuk bidany keilmuan yang memerlukan kosakata untuk menyampaikan ide dan gagasan mereka kepada orang lain dalam bahasa Jawa sehingga meminimalisir penggunaan serapan asing kecuali benar-benar sulit dibuatkan kosakata barunya.

Kelebihan nawabrawit ialah layaknya aksara Han di Cina, Jepang, dan Korea (dalam Hangeul), penggunaan kosakata Sansekerta ini memudahkan intuisi dalam pengartian dan pengingatan suatu kosakata melalui kosakata penyusunnya di mana teknik ini banyak dipakai di negara yang terpengaruh bahasa Sansekerta seperti Thailand, Laos, India, Nepal, Bangladesh, bahkan Indonesia sendiri.

Berikut ialah daftar nawabrawit yang dapat digunakan sehari-hari:

Purwakara = prototipe
Purwawimba = desain
Agamastika = penganut agama
Wegamastika = agnostik
Widewastika = atheist
Dewastika = theist
Jatikaracitra = hologram
Nagarayasa = milik (buatan) pemerintah
Swayasa = swasta
Citawidya = ideologi
Pakriyawiyatan = sekolah kejuruan (vokasi)
Paristiti = lingkungan, alam
Mrastiti = ramah lingkungan
Pariwidya = sains
Waktabasa = bahasa verbal
Awaktabasa = bahasa non verbal
Cihnabrawit = motto, slogan
Dasawasita = polyglot
Pratalakarawidya = geomorfologi
Bumirupawidya = geografi
Pratalawidya = geologi
Brawitkarawidya = morfologi bahasa
Pariwasita = quote
Krosaswara = yel-yel

*)untuk lengkapnya silahkan buka: Bausastra alit jawi blogspot, dan ketik kosakata yang diinginkan di laman pencarian versi web.


Update terakhir: 10 September 2018

Tuesday, 10 July 2018

Piwulang 3: mbiyen, saiki, sesuk - dulu, sekarang, besok

Mbiyen, saiki, sesuk - dulu, sekarang, besok

Bahasa Jawa mengenal tiga waktu dasar yaitu mbiyen, saiki, sesuk ditambah mbesuk atau sukmben yang artinya kelak. Kata sukmben lebih banyak dipakai dalam bahasa ucapan.

Mbiyen aku tau menyang rene.
-Dulu aku pernah ke sini.

Saiki usume ora tamtu.
-Sekarang musimnya tidak menentu.

Sesuk arêp padha dolan barêng.
-Besok akan pergi keluar* semua.

Mbesuk yen bisa aku arêp menyang nagara mañca.
-Kelak kalau dapat aku akan (pergi) ke luar negeri.

*Dolan di sini bermakna pergi keluar untuk berjalan-jalan.

Piwulang 2: iki, iku, ika - ini, itu, itu

Iki, iku, ika - ini, itu, itu

Iki = ini
Iku = itu
Ika = itu (jauh)

Omah iki katon jêmbar.
-Rumah ini terlihat luas.

Buku iku rêgane larang.
-Buku itu harganya mahal

Krêtas ika nggone sapa?
-Kertas itu (jauh) milik siapa?

Iki omahe Bu Guru.
-Ini rumahnya Bu Guru.

Iku buku kanggo bubungah.
-Itu buku untuk hadiah.

Ika krêtase ulangan ganitawidya.
-Itu (jauh) kertas ulangan matematika.

Pada percakapan biasa non formal iki, iku, ika = iki, kuwi, kae. Selain itu, pada bahasa tertulis untuk umum ditekankan untuk menggunakan bentuk formal. Bentuk madyanya ialah niki, niku, nika. Sedangkan untuk bentuk krama menggunakan puniki, puniku, punika walaupun dapat diucapkan mêniki, mêniku, mênika.

Piwulang 1: Pitêpang - Perkenalan

Pitêpang - Perkenalan

A: Sugêng têpang. Nami kula A.
B: Sugêng têpang. Nami kula B.
A: Mas* B asalipun saking pundi?
B: Kula saking kutha Y. Manawi pañjênêngan saking pundi?
A: Manawi kula, saking kutha Z

Bahasa Indonesia

A: Salam kenal. Nama saya A
B: Salam kenal. Nama saya B.
A: Mas* B asalnya dari mana?
B: Asal saya dari kota Y. Kalau Anda?
A: Kalau saya, dari kota Z

Penjelasan:

1) Saat bertemu dengan orang asing pertama kali maka umumnya wajib menggunakan bentuk krama terhadap orang lain dikarenakan bersifat formal atau kaku. Seiring waktu apabila sudah semakin kenal dekat maka bentuk tungkat bahasa akan menyesuaikan kebutuhan.

2) Ketika akan menyebut kosakata bagi diri sendiri maka menggunakan kata bukan krama. Nami atau nama adalah bentuk madya dari jênêng. Sedangkan asma dipergunakan terhadap orang lain.

3) Imbuhan -pun dipergunakan dalam tingkat bahasa krama standar. Sedangkan -ne dipergunakan pada tingkat wredakrama oleh orangtua kepada orang muda ataupun pada tingkat bukan krama.

4) Kata manawi dan saking merupakan bentuk krama dari manawa dan saka.

Pitêmbung - kosakata

Taun lair: tahun lahir
Kutha: Kota
Kasênêngan: hobi
Kula: saya
Nami: nama
-Pun: -nya
Saking: dari
Sugêng têpang: salam kenal
Manawi: kalau
Pañjênêngan: Anda
Asal: asal
Nêpangakên sarira: memperkenalkan diri
Pawiyatan: sekolah
Sadulur: saudara
Tiyang sêpuh: orangtua
Nyambut damêl: bekerja
Wontên (+ ing): di
Griya: rumah (saya)
Dalêm: rumah (Anda)
Manggen: bertempat tinggal
Kacamatan: kecamatan
Kalurahan: kelurahan
Kampung: kampung
Gang: gang
Ratan: jalan
Angka: nomer


Monday, 9 July 2018

Kamus Bahasa Jawa Online

Bausastra Jawi Kahubung

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang sangat maju dan memiliki banyak sekali kosakata. Banyak ahli yang mengatakan bahwa apa yang mereka cata hanyalah segelintir kecil dari luasnya jumlah seluruh kosakata yang ada dalam bahasa Jawa.

Namun, kosakata yang mereka kumpulkan umumnya hanyalah kosakata yang dipakai dan dikembangkan hingga tahun sebelum abad 21 ini. Padahal kita sangat membutuhkan kosakata yang lebih luas untuk dipakai pada jaman yang semakin banyak kosakara baru dalam mengimbangi penemuan dan kemajuan umat manusia.

Untuk hal tersebut, saya berusaha membuat kamus Jawa kecil yang berguna untuk membantu kosakata bahasa Jawa yang dipergunakan dalam keseharian kita. Kamus ini berisi juga kosakata baru yang dipergunakan sebagai media penyataan ide dan informasi baru jaman ini yang sebelumnya tidak ada dalam bahasa Jawa namun diperlukan dalam komunilasi saat ini. Kamus ini masih berkembang dan masih terus berkembang mengingat banyaknya kosakata penting bahasa Jawa itu sendiri ditambah dengan kosakata baru yang dibutuhkan akhir-akhir ini. Kedepannya, kamus ini diharapkan dapat membantu para pengguna bahasa Jawa dari banyak jenis kalangan termasuk komunikasi akademis sehingga bahasa Jawa sendiri dapat lebih maju dan sejajar dengan bahasa lain di Eropa dan Asia dalam hal perkembangannya.

Kamus tersebut dilengkapi dengan padanan kata dalam bahasa lain seperti, bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk rujukan kata, saya menggunakan wiktionary, old javanese english dictionary, dan sastra org yang memiliki beberapa kamus di dalamnya. Kamus yang saya kembangkan terletak pada alamat: https://bausastrajawialit.blogspot.com/?m=1 . Dan semoga dapat dikembangkan terus dengan baik. Semoga bermanfaat bagi para pengguna bahasa Jawa.