Saturday, 9 February 2019

Direktori Media Bahasa Jawa

Cerita Cekak (Cerkak)
- Cerpen berbahasa Jawa

Kumpulan Cerkak
http://kumpulanceritabahasajawa.blogspot.com/2016/01/kumpulan-cerkak-bahasa-jawa-terbaru-2016.html?m=1

Situs Cerkak
http://www.cerkak.com/?m=1

Berita Cerkak
http://m.rri.co.id/post/berita/418247/budaya/mgmp_bahasa_jawa_dan_katasapa_terbitkan_buku_dan_antologi_cerkak.html

Carj aja rri jawa pasti ada banyak berita

https://cerkak-jawa.com/?cat=7

Cerkak Sastra.org
http://www.sastrajawa.com/2017/06/munggah-pangkat-cerkak-basa-jawa.html?m=1

Cerkak
http://agussiswoyo.com/basa-jawa/memedi-pocong-cerita-pendek-bahasa-jawa-tentang-hantu/

Pawarta Basa Jawa (Ariwarti lan Kalawarti)
- Berita bahasa Jawa dari Koran dan Majalah

Panjebar Semangat
http://panjebarsemangat.co.id/

Jagad Jawa Solopos
https://m.solopos.com/jagadjawa

Majalah Jawa Jayabaya
https://jayabaya.wordpress.com/

Opini media berita bahasa Jawa
https://www.kompasiana.com/ichwan.prasetyo/550885218133113122b1e1e9/media-berbahasa-jawa

Radhiyo Basa Jawa
- Radio berbahasa Jawa

RRI Yogyakarta (pukul tertentu/malam)

RRI Surakarta (pukul tertentu/malam)

RRI di Jawa Tengah dan Timur

Telewisi Basa Jawa
- Televisi berbahasa Jawa

TVRI Jogja (siang-maghrib)

Jogja Tv

Adi Tv Yogyakarta

TATV Surakarta

Televisi di Jawa Tengah dan Timur

Blog dan Situs

Blog individu
https://isroi.com/2014/11/04/nulis-nganggo-basa-jawa/

Friday, 25 January 2019

Revitalisasi Bahasa Jawa


Pembukaan

Terdapat beberapa contoh bahasa bahkan bahasa regional/daerah yang dipulihkan kembali penggunaannya di Eropa dan tempat lainnya.

Artikel

Revitalization of regional languages is taking place in France with languages such as Breton (Brittany region), Basque and Corsican.  I am not knowledgeable about the situation for other regional languages like Catalan or Alsatian which are also vehicles of a strong regional identity.

In those regions, parents (who often do not speak those languages) can choose to send their children to kindergartens which operate exclusively in those languages.
Later, the children go to bilingual (French/regional language) schools.
According to studies, the additional burden of learning a regional language has a positive influence on the children, helping them get better marks in foreign languages like English later on..

Learning a regional language helps you collect additional points for the high school graduation diploma, so that even non-ethnic pupils sometimes study regional languages to get those points which are granted very generously and liberally to encourage students.

Radio and TV programs in regional languages are also put in place and developing.  Some bilingual road signage was installed in those regions to give some more status to those languages.

Overall, regional languages revitalization is a success in France.

Tambahan

Kita dapat pula menggalakkan hal ini melalui kitabisa.com dan menambah media-media bahasa Jawa yang baik sehingga bahasa Jawa menjadi pulih kembali dan tidak menjadi bahasa kreol (campuran) dan hilang punah.

Jika kalian ada ide dan hasil pekerjaan, mohon ditulis di kolom komentar. 

Usaha seperti penyebaran awareness dan ajakan di media sosial, teman, keluarga, masyarakat sekitar, juga penggalakkan media-media seperti radio, media tulis, dan Youtube dapat membantu pemulihan bahasa Jawa kembali. Bahkan saat ini banyak orangtua mengajarkan bahasa Indonesia saja kepada anak-anak mereka karena mereka sendiri tidak ada media yang membantu mengenao bahasa daerah, tidak adanya komunitas yang produktif, ataupun ketertinggalan bahasa Jawa yang vakum secara akademis sekitar semenjak kemerdekaan. Walaupun pada tahun 1900 awal sudah mulai banyak karya bahasa Jawa dan kamus yang semakin maju dan memiliki perspektif yang berkembang. Karena itulah mari kita berusaha memulihkan bahasa Ibu dan bahasa daerah kita. Salam.

Diambil dari: www.quora.com

Thursday, 24 January 2019

570 Pitêmbung Kawidyan

570 Kosakata Keilmuan (Akademis)

Daftar kosakata diambil dari wiktionary bahasa Inggris dan masih dalam tahap pengerjaan. Namun, dapat dikunjungi sekarang juga.

Laman:
https://bausastrainggrisjawi.blogspot.com/2019/01/570-picathet-widyabrawit.html?m=1

Friday, 14 December 2018

Memahami kerangka bahasa Jawa

Setelah memahami bahwa pola kalimat bahasa Jawa relatif sama dengan bahasa Indonesia serta pentingnya pemahaman kosakata ngoko sebagai dasar dalam menguasai bahasa Jawa maka sekarang kita perlu mengetahui kerangka bahasa Jawa.

Kerangka bahasa Jawa ialah kerangka bahasa yang diwujudkan dalam tiga bagian pokok yaitu Ngoko (tidak formal - akrab), Madya (semiformal - cukup akrab), dan Krama (Formal - tidak akrab). Kerangka ini merupakan kerangka yang menyiratkan suasana (kondisi/situasi) dan hubungan antar pembicara.

Kerangka bahasa Jawa umumnya akan menjadi lebih khusus (spesifik) dengan pemilihan kosakata. Kosakata tersebut akan memberikan perubahan yang halus (subtle) atau kecil namun menjadi cukup penting dalam keluwesan (fleksibilitas) dari unsur pembicara, suasana, maupun faktor lainnya. Untuk membedakan, dalam blog ini istilah Ngoko, Madya, dan Krama digunakan untuk kerangka kebahasaan sedangkan untuk kosakata maka digunakan istilah lugu, têngahan, dan alus serta ditambah dengan andhap. Ada pula jenis kosakata inggil namun untuk sekarang tidak perlu dirisaukan terlebih dahulu.

Sekarang kita melihat contoh kerangka terlebih dahulu. Perlu dicatat bahwa perubahan kerangka merupakan dasar perubahakan yang paling dasar sebelum perubahan secara khusus (spesifik) yaitu dengan kosakata.

Contoh:

Awal: Saya makan apel tadi pagi di rumah.

Kerangka yang pertama kita pakai ialah ngoko. Karena subjek dari kalimat tersebut adalah /saya/ maka koosakata yang dipakai bervariasi dari lugu hingga têngahan sebab kita tidak boleh menyombongkan atau meinggikan diri kita sendiri.

Ngoko lugu
Ubah:  Aku mangan apêl mau esuk ing omah.

Semua kosakata diubah menjadi kosakata lugu.

Ngoko têngahan
Ubah: Aku maêm apêl mau esuk ing omah.

Kosakata yang dapat diubah menjadi têngahan ialah ... Tidak semua kosakata dapat diubah karena akan merubau suasana dasar dari ngoko yaitu akrab.

Apabila kita merubah subjek menjadi /kamu/ maka kita dapat menambah spesifikasi kosakata alus pada kosakata ngoko.

Ngoko alus
Ubah: Pañjênêngan wis dhahar apêl mau esuk ing dalêm.

Kosakata-kosakata utama boleh diubah menjadi alus yaitu subjek, predikat, dan benda yang dimiliki oleh subjek (rumah). Dengan ngoko alus kita meninggikan atau mengormati subjek namun tetap bersifat ngoko atau akrab (tidak formal) dengan tetap menuliskan kerangka seperti partikel, kata bantu, serta kata keterangan waktu dalam kosakata lugu.

Kerangka kedua yang akan kita pakai ialah kerangka madya. Pemilihan kosakata juga terbatas menjadi lugu dan têngahan oleh karena subjek kalimat yaitu /saya/.


Kerangka ketiga yant akan kita pakai ialah kerangka krama. Pemilihan kosakata sama?

Demikian uraian umum secara singkat mengenai kerangka dalam bahasa Jawa dan spesifikasi kosakata yang disesuaikan dengan pembicara, subjek, dan suasana serta faktor lainnya. Untuk lebih mendalami kerangka bahasa Jawa maka dapat melihat ke: ...

Sebelumnya...

Dasar Belajar Bahasa Jawa

Dasar belajar bahasa Jawa ialah penguasaan tata bahasa (meliputi pola kalimat) dan kosakata. Sama seperti bahasa lainnya, tata bahasa merupakan dasar untuk mengetahui ekspresi kebahasaaan. Akan tetapi, kosakata merupakan hal penting dalam komunikasi kebahasaaan untuk seterusnya.

Cara pertama ialah merubah tata bahasa menyesuaikan bahasa Jawa.

Contoh:

Awal: Saya membeli tas ke toko untuk keperluan sekolah.

Ubah: Saya membeli tas ke toko untuk keperluan sekolah.

Sama? Ya! Bahasa Jawa secara umum memiliki pola kalimat yang sama dengan bahasa Indonesia. Dengan ini, akan lebih mudah mempelajari bahasa Jawa pada langkah pertama. Tentu saja perbedaan akan selalu ada mengingat dua bahasa ini adalah dua bukan satu bahasa.

Selanjutnya, perubahan kosakata menjadi penting. Kosakata tinggal digeser ke bahasa Jawa. Sehingga pergeseran kosakata menjadi salah satu modal utama dalam mempelajari bahasa Jawa.

Contoh:

Awal: Saya pergi ke sekolah.

Ubah: Aku lunga mênyang pawiyatan.

Saya -> aku, pergi -> lunga, ke -> mênyang, sekolah -> pawiyatan.

Seperti yang terlihat, dengan penguasaan kosakata maka menguasai bahasa Jawa akan lebih mudah dengan menggeser kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa oleh karena pola kalimat yang umumnya sama. Kosakata yang wajib diketahui ialah kosakata ngoko. Mengapa? Sebab kosakata ngoko merupakan dasar (basis) dari seluruh kosakata dalam bahasa Jawa. Tidak semua kosakata memiliki bentukan halus ataupun semihalus. Akan tetapi, semua kosakata pasti memiliki bentukan ngoko. Sehingga penting sekali untuk menguasai kosakata ngoko dengan cukup sebelum merambah ke kosakata lain sehingga dasar atau pokok bahasa Jawa sudah dikuasai terlebih dahulu. Selain itu perlu diingat bahwa apabila kosakata bahasa Jawa ngoko kita masih tercampur bahasa Indonesia dengan cukup sering maka hal itu berarti penguasaan ngoko kita belum baik dan perlu pemfokusan untuk daerah penguasaan kosakata ngoko. Sehingga apabila prioritas (hal utama) tersebut sudah dikuasai dengan baik maka kita dapat meloncat ke kosakata jenis lain yang jika ditotal lebih sedikit dari kosakata ngoko secara umum.

Latihan:

Awal: Saya pergi ke Surabaya dengan teman-teman.

Ubah:

Awal: Saya makan bakso dan meminum es kelapa muda saat siang hari.

Ubah:

Awal: Saya suka bermain dan membaca.

Ubah:

Awal: Saya bangga menjadi orang Indonesia.

Ubah:

Awal: Saya suka membatik dan bermain pantun.

Ubah:

Awal: Bersama teman-teman, kami selalu bahagia bercanda dan tertawa.

Ubah:

(Untuk kamus silahkan buka: Bausatra Indhonesiyah Jawi)

Selanjutnya...

Pitêmbung: Kompyuthêr

Kosakata - Komputer

Mouse: Panduduh
Kursor: tandha panah
Monitor: layar
Keyboard: papan tig
Charger: panyêtrum
Stop kontak: bolongan setrum
Adaptor: pangowah ilen/setrum
Ac: setrum ase (bali arah/bola bali)
Dc: setrum dhese (tunggal arah)
Usb: yuwesbi
Click: ndudul
Proyektor: panyitra
Screen: layar citra
Lubang konektor: bolongan panggathuk

Saturday, 20 October 2018

Panduan Nama Tempat: Korea

Untuk nama tempat Korea yang dipergunakan secara umum, antara k-kh-kk, c-ch-cc/jj, p-ph-pp, s-ss, dsb tidak dibedakan. Untuk pengucapan, konsonan diucapkan sesuai dengan keadaan saat sendiri/tetisolasi dimana b dibaca p saat tidak mengikuti dibelakang kosakata lain. Untuk huruf vokal digunakan yang mendekati suara menurut referensi akademis. Eu -> u, eo-> a(â)/oh, ê, oe/oi -> e, ae -> ay(è), eh, eui -> i. Untuk suara ô + konsonan dan é + konsonan maka akan ditulis sebagai u + konsonan dan i + konsonan. Sedangkan u + konsonan dan i + konsonan akan ditulis sebagai û + konsonan dan î + konsonan. Untuk lebih jelasnya nanti dapat melihat Tabel Aksara Jawa yamg belum saya buat saat ini. Berikut adalah daftar tempat dalam penggunaan Bahasa Jawa:


Seoul: soh-ul (sê-ul)
Pyongyang: pyongyang
Busan: Pusan

Update terakhir: 20 Oktober 2018