Showing posts with label Materi Grup. Show all posts
Showing posts with label Materi Grup. Show all posts

Saturday, 12 February 2022

Materi Grup 04

 🌟Materi Grup 04🌟


Imbuhan sangat berpengaruh dalam bahasa Jawa.  Penggunaan imbuhan akan merubah makna dari suatu tembung Lingga (kata dasar) menjadi tembung andhahan (kata turunan) dengan makna baru.


Asmara = romance, romansa

Asmarajati = romantic, romantis

Kasmarajaten = romanticity, keromantisan

Angasmarajatekake = romanticize, meromantisasi

Pingasmarajati = romanticization, romantisasi

Asmarajatitantra = romanticism, romantisme

Materi Grup 03

 🌟Materi Grup 3🌟


Jati (= sifat) adalah salah satu imbuhan bahasa Jawa yang merubah tembung aran (kata benda) menjadi tembung kahanan (kata sifat). Terutama digunakan untuk kosakata Jawa-Sansekerta.


Asmara = asmara, romansa

Asmarajati = romantis

Patistiti = alam

Paristitijati = alami


Untuk tembung aran citarupa (kata benda abstrak) maka ditambahkan imbuhan ka-an.


Asmarajati = romantis

Kasmarajaten = keromantisan

Paristitijati = alami

Kaparistitijaten = kealamian

Materi Grup 02

 🌟Materi Grup 02🌟


Secara umum Imbuhan Aran ialah:

1. -an

2. pa- (pi-, pra-, pri-)

3. pang-

4. ping-

5. pini-

6. pa-an

7. pra-an

8. ka-an


Penggunaannya sebagai Imbuhan  Aran bergantung pada kelas tembung Lingga asalnya.


Misal:

ka-an hanya bisa berfungsi sebagai Imbuhan aran dengan Lingga aran dan Lingga kahanan.

Wednesday, 2 February 2022

Materi Grup 01

 Materi Grup NNBJ 01


🌟Tembung Lingga🌟


1. Untuk basa Jawa ada yang dinamakan tembung Lingga (kata dasar). 


2. Tembung Lingga tersebut dibagi menjadi 4 jenis yaitu Lingga Aran (benda), Lingga Kriya (kerja), Lingga Kahanan (sifat), Lingga Katrangan (keterangan).


3. Pembagian tembung Lingga di atas berdasarkan pada makna utama dari tembung Lingga tersebut ke dalam kelas tembung Lingga apa.


4. Penggunaan Afiks (imbuhan) dalam bahasa Jawa adalah suatu agen yang merubah makna suatu tembung Lingga ke dalam makna tembung Andhahan (turunan).


5. Tembung Andhahan ini dapat memiliki kelas tembung yang berbeda dari kelas tembung Lingga asalnya.


6. Contoh:

a. Tuku (Lingga Kriya) = beli

b. Atuku (Kriya tanggap dan tanduk) = membeli

c. Panuku (aran) = 1) pembeli 2) alat untuk membeli

d. Pinuku (aran abstrak) = pembelian

e. Patukon (aran panggon) = tempat untuk membeli

f. Tukon (aran objek) = barang belian

g. Atukon (kahanan) = belian


dst.


7. Pemahaman Tembung Lingga dan Afiks ini adalah tulang punggung sistem bahasa Jawa yang merupakan bahasa agglutinative (berimbuhan). Sehingga, hal ini adalah ilmu dasar dalam bahasa Jawa.