Membaca aksara Jawa terkadang terasa cukup sulit bagi beberapa orang yang kurang terpapar akan aksara Jawa tersebut dalam rentang waktu yang cukup maupun yang tidak mendapatkan sistem belajar yang baik selama di sekolah. Padahal dengam waktu paparan yang cukup dan sistem belajar yang baik, kita dapat membaca aksara Jawa dengan sebaik mungkin. Berikut ini tips-tips yang dapat membantu kita untuk dapat membaca aksara Jawa dengan baik dan lancar.
1.Sering-seringlah membaca aksara Jawa mulai dari satu kalimat biasa hingga satu paragraf pendek.
2.Salinlah aksara Jawa yang anda baca ke dalam kertas tanpa memerdulikan spasi selama belum ketemu tiap-tiap katanya.
3.Apabila ada susunan suku kata yang janggal, dapat dicek kembali apakah penerjemahan suku kata yang ada sudah benar. Bila ragu maka dapat mengecek dengan daftar aksara Jawa yang anda miliki atau pada internet.
4.Perlu dicatat bahwa apabila anda menemui kesulitan pada beberapa titik, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kosakata anda. Maka anda dapat mengecek kamus untuk mencoba memastikan pilahan dan gabungan suku kata yang tidak dimengerti serta banyak-banyak membaca daftar kosakata di waktu lain.
5.Terus semangat melakukan latihan membaca aksara Jawa selalu maka anda akan terbiasa membaca aksara Jawa dengan lebih cepat. Untuk pemahaman kata tentu dikembalikan pada seberapa cukup kosakata yang anda miliki dan tipe bacaan yang anda gunakan untuk latihan.
Demikian tips-tips yang dapat membantu anda dalam membaca aksara Jawa. Dengan demikian, kita dapat lebih percaya diri juga dalam mencoba berkomunikasi secara tertulis baik secara daring ataupun luring dengan menggunakan aksara Jawa. Latihan dan paparan yang cukup sangat membantu proses pemahaman pikiran kita sehingga dalam jumlah waktu yang cukup maka anda akan dengan mudah membaca aksara Jawa.
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts
Thursday, 14 June 2018
Tips Aktif dan Produktif dalam Skills Berbahasa Jawa
Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Namun, pada jaman ini dapat kita lihat bahwa orang sudah banyak yang tidak menggunakan skills atau kemampuan dalam berbahasa Jawa dengan baik ataupun maksimal. Sudah cukup lama penulisan menggunaoan bahasa Jawa menurun ditandai dengan pelarangan penulisan aksara Jawa saat jaman Penjajahan Jepang dan di bawah aturan Paska Kemerdekaan mengenai keharusan menulis bahasa daerah dalam aksara Latin, sehingga pemahaman pola pikir bahasa Jawa pun mulai berubah akibat pembatasan ruang gerak dan ekspresi secara virtual)*.
Namun, apakah berarti hal ini akan terus membuat semuanya terhenti saja di jaman modern ini? Kita yang terlahir di jaman yang banyak memakai aksara Latin bahkan sejak kita kecil masih dapat menghidupkan skill bahasa daerah kita. Mulai dari menulis artikel, blog, jurnal, bahkan cerita mulai dari cerpen hingga novel sebagai wadah bagi pengembangan dan penghidupan bahasa Jawa itu sendiri dan untuk kalangan mereka yang ada di dalam lingkaran berbahasa Jawa ini (pengguna dan pelajar).
Namun, telah banyak kritik dan koreksi akan pengaruh atau gangguan kebahasaan dari luar yang mempengaruhi cara kerja atau pola pikir dalam lingkaran berbahasa Jawa itu sendiri seperti, pemakaian pola kalimat, pembentukan kosakata, analogi yang salah, dll.
Lalu apa yang dapat kita lakukan? Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah dengan membiasakan diri terhadap pola-pola dan atmosfer bahasa Jawa itu sendiri. Dikarrnakan sulitnya mendapat paparan hidup maka kita dapat beralih ke paparan lain yaitu media tertulis. Salah satu yang dapat membantu kita ialah dengan membaca artikel-artikel lama yang masih cukup relevan dalam konteks pola-pola bahasa Jawa di www.sastra.org. (Yap, membaca saja secara rutin seperti jaman kita sekolah does really help!)
Sambil kita membaca dan masuk (immerse) ke dalam dunia atau atmosfer bahasa Jawa yang masih baik, kita juga dapat terus menulis dan mempergunakan skill kita melalui media apapun sambil terus berkembang dan berkembang menjadi lebih baik seiring waktu.
Demikanlah saran untuk membantu kita memperkuat kemampuan dan penggunaan skill berbahasa Jawa kita. Terus simak tips-tips lainnya yang bermanfaat di blog ini!
Namun, apakah berarti hal ini akan terus membuat semuanya terhenti saja di jaman modern ini? Kita yang terlahir di jaman yang banyak memakai aksara Latin bahkan sejak kita kecil masih dapat menghidupkan skill bahasa daerah kita. Mulai dari menulis artikel, blog, jurnal, bahkan cerita mulai dari cerpen hingga novel sebagai wadah bagi pengembangan dan penghidupan bahasa Jawa itu sendiri dan untuk kalangan mereka yang ada di dalam lingkaran berbahasa Jawa ini (pengguna dan pelajar).
Namun, telah banyak kritik dan koreksi akan pengaruh atau gangguan kebahasaan dari luar yang mempengaruhi cara kerja atau pola pikir dalam lingkaran berbahasa Jawa itu sendiri seperti, pemakaian pola kalimat, pembentukan kosakata, analogi yang salah, dll.
Lalu apa yang dapat kita lakukan? Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah dengan membiasakan diri terhadap pola-pola dan atmosfer bahasa Jawa itu sendiri. Dikarrnakan sulitnya mendapat paparan hidup maka kita dapat beralih ke paparan lain yaitu media tertulis. Salah satu yang dapat membantu kita ialah dengan membaca artikel-artikel lama yang masih cukup relevan dalam konteks pola-pola bahasa Jawa di www.sastra.org. (Yap, membaca saja secara rutin seperti jaman kita sekolah does really help!)
Sambil kita membaca dan masuk (immerse) ke dalam dunia atau atmosfer bahasa Jawa yang masih baik, kita juga dapat terus menulis dan mempergunakan skill kita melalui media apapun sambil terus berkembang dan berkembang menjadi lebih baik seiring waktu.
Demikanlah saran untuk membantu kita memperkuat kemampuan dan penggunaan skill berbahasa Jawa kita. Terus simak tips-tips lainnya yang bermanfaat di blog ini!
Subscribe to:
Posts (Atom)